Sujud aku bukan tuk sejenak…,
Ketika ku temu dalam diamku…,
Pantulan cahaya yang kuhimpun….,
Dari pintalan doa-doaku…

Inilah yang kunanti
Dari serentetan waktu yang kulalui…
Kemarin…, hari ini dan esok lusa…

Bila doa boleh terkabul kembali…
Jaga sujudku kehadapan-MU…
Jaga lafazku tetap asma-MU…
Jaga niatku atas engkau ya Azis…
Alunan zikrullah tetaplah jadi senandungku…
Hidayah-MU tetaplah harapanku…
Dan surga-MU tetaplah jadi tujuan akhirku
Amin…ya Rabbilalamin… jaza kumullah…


Membaca coment para sahabat dalam postinganku sebelumnya, betapa hatiku sangat tersentuh dan terharu. Ajakan untuk bangkit dari keterpurukan dan tetap semangat dalam menghadapi segalanya membuat keyakinanku bertambah bahwa semua memang ujian Allah. Dan aku tidak akan pernah berhenti untuk berdoa, seperti para Nabi-nabi kita yang senantiasa berdoa dan aku percaya bahwa doa adalah senjata orang beriman yang tak mungkin dikalahkan oleh sekuat apa pun musuh. Doa tak hanya melahirkan optimisme dan harapan, tapi juga mengokohkan langkah dan rencana. (lebih…)

Entahlah…, kalimat itulah yang pertama sekali muncul ketika aq mengalami sebuah kegagalan. Kasus demi kasus yang kutangani sering sekali mendapat kesuksesan dengan hasil yang memuaskan. Namun kali ini aku terbentur…, aku bagai terjepit, terhempas ketika seluruh argumentasi dan bukti-bukti yang aku bawa ditolak. Pikiranku kosong ketika putusan tidak berpihak padaku. (lebih…)

Ya Allah ya Tuhan kami,
curahkanlah rahmat-MU kepada kami berkat al-Qur’an ini,
dan jadikanlah ia bagi kami panutan penuntun utama,
cahaya penerang gulita,
petunjuk menuju ceria dan rakmat dalam segala.

Ya Ilahi ya Tuhan kami,
ingatkan kami yang terlupa dan tersilap dari ayat-ayatnya
dan ajarilah kami daripadanya yang tak kami tahu.
berilah kami karunia untuk membacanya
ditengah kelam kelegaman malam
dan dipenghujung siang benderang..
jadikanlah al-Qur’an ini bagi kami sebagai pembela..
wahai Tuhan ilaahal Alamin,
perkenankanlah pinta dan doa kami.