Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Pffhh.sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

(lebih…)

Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya, apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya dan bersinar indah di syurga sana?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam

Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya,
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan…..
Menatap Allah, menatap Rasulullah, menatap kekasih-kekasih Allah kelak?
Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai menatap neraka jahanam…….
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?

Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini yang akan mendesah penuh kerinduan
Mengucap laa ilaaha ilallah saat malaikat maut datang menjemput?
Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur, dgn lengking jeritan pilu
Apakah gerangan yg engkau ucapkan wahai mulut yg malang?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan?
Berapa banyak hati-hati yang remuk dgn pisau kata-katamu yg mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yg palsu yg engkau ucapkan utk menipu?

Tatkala kutatap tubuh
Seperti apa gerangan hatimu
Apakah hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat ditubuhmu
Apakah hatimu seindah penampilanmu
Atau sebusuk kotoran-kotoranmu

Betapa beda….. betapa beda….. apa yang tampak dicemin dengan apa yg tersembunyi….
Betapa beda…
Aku telah tertipu oleh topeng, aku tertipu oleh topeng
Betapa yg kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yg terhambur hanyalah memuji topeng
Sedangkan aku….hanyalah seonggok sampah busuk yg terbungkus
Aku tertipu, aku malu…,

Ya Allah….selamatkan aku………..

Syahadat adalah asas yang menjadi dasar pemikiran hidup seorang hamba di sisi Allah SWT. Amaliah seorang hamba hanya akan diterima Allah, manakala berlandaskan keimanan yang benar dan bersih. Karena itu setiap muslim harus memelihara syahadat dan segala konsekwensinya. Bila tidak, maka rusaklah syahadat dan imannya. Dan pada gilirannya akan sia-sia juga segala amal hidupnya. (lebih…)

Pada 18 September 1948
terjadi pemberontakan PKI di Madiun dipimpin Muso
Kami yang baru berusia 3 tahun merdeka, disaat konsentrasi menghadapi
penjajah, ditikam dari belakang oleh penghianatan PKI untuk pertama kalinya.
Berkat rakhmat Tuhan Yang Maha Esa, usaha itu gagal.

Tujuh tahun kemudian, disaat kami lengah, PKI keluar sebagai 4 besar dalam Pemilu 1955. PKI mulai menjalankan programnya dengan aksi-aksi sepihak
untuk mencapai cita-citanya. Pancasila ideologi negara dicoba diganti dengan paham komunis.

Pada 30 September 1965, terjadi pemberontakan PKI di Jakarta dipimpin DN.Aidit.
Disaat kami semua sibuk menjaga integritas negara, untuk kedua kalinya PKI melakukan penghianatan. Berkat rakhmat Tuhan Yang Maha Esa, usaha itu gagal.

Tiga puluh empat tahun kemudian, di era reformasi. Bayi PKI tidak lahir dan yang mirip bayinya pun tak meraih suara pada pemilu. Tapi kelakuan politik dan indikasi gerakan politiknya mulai terasa. Aksi sepihak memaksakan kehendak. Isu, fitnah dan provokasi merajalela.

Rakyat dimanipulasi, diagitasi dan diprovokasi untuk melaksanakan revolusi. Rakyat dipertentangkan dan diadu domba untuk menciptakan situasi yang mereka sebut kondisi revolusioner. Gerakan politiknya aksi sepihak memaksakan kehendak. Propagandanya menyebar isu, fitnah dan pemutarbalikkan fakta. Ciri khas komunis yang menghalalkan segala cara.

Waspada terhadap gerakan politik aksi sepihaknya. Jangan termakan propaganda, isu dan fitnahnya. Waspada terhadap program aksi perjuangan rakyat bersenjata. Jangan sampai terjadi penghianatan ketiga kalinya.
Waspadalah, jangan lengah..!

~G A R D A~ Mei 2001

Berlari…,
mengejar impian
menanti…,
biarkan aku menunggu hingga valentine’s tiba..

Tapi ternyata kau hanya bayang-bayang
yang tak mungkin ku miliki..,
dan bahagia bersamamu hanyalah mimpi
yang tak mungkin menjelma dalam hati
hingga di valentine’s ini
aku masih tetap sendiri..

(berbaringlah dengan damai kasih..)

Senja itu ketika mentari berarak ke barat
kutemui dirimu diam
terbaring kaku di atas pembaringan
tiada tawa dan senyuman manismu
(lebih…)

Tangismu malam ini..yg kau ungkap lewat telpon di kejauhan sana.., begitu menyiksa bathinku..
tawamu dan kelakarmu hilang..seperti apa yg ku dapat slama ini..,
“Pulanglah.. lihatlah aku terakhir kali..,”katamu..
“Datanglah.. berikan aku restumu..” itu pintamu..
Tak banyak kata yg mampu ku ucapkan tangiskupun tenggelam dan menyatu dgn tangisanmu.. (lebih…)