Akhir-akhir ini aku merasakan sesuatu hal yang tidak biasanya.., bayangan akan ketakutanku pada sebuah kematian walau itu seharusnya tak perlu, karena kematian adalah hal yang pasti kan tiba. Namun aku berusaha jika kematian itu memang harus tiba, paling tidak aku dalam keimanan. Jika dalam postingan puisi-puisiku belakangan ini lebih berkisah pada pertaubatan, itulah sebaik-baiknya umat. Aku merasa diri ini begitu kotor…, begitu banyak dosa yang telah tercipta dan perkataan ampun tiada kan bosan-bosannya terpanjatkan kehadirat Illahi.
Aku berharap puisiku bukanlah hal yang sangat membosankan, karena memang begitulah aku saat sekarang ini…, merasa terpuruk.. dan berusaha menggapai hidayah-NYA kembali.

SEBUAH PENGAKUAN

Didalam mesjid diri ini membesarkan nama-Mu
Diluar mesjid diri ini menyepelekan-Mu
Dimesjid seluruh anggota badan ini
diri pergunakan Untuk beribadat kepada-Mu

Ya Allah………….
Tangan-tangan yang diri ini angkat dalam doa kepada-Mu
Adalah juga tangan-tangan yang bergelimangan dosa
Lidah-lidah yang diri ini getarkan untuk menyebut asma-mu yang suci
Adalah juga lidah-lidah yang berlumuran kata-kata kotor

Kepala yang diri ini rebahkan dalam sujud
Adalah juga kepala yang diri ini dongakkan dengan sombong
Di atas permukaan bumi-Mu

Ya Allah…..
Andaikan diri ini tak berharga dihadapan-Mu
Dan ibadatku tidak mendekatkan pada-Mu
Meskipun kelemahanku adalah pengakuan dosa-dosaku
Siapa yang mampu menghapus dosa selain Engkau..

Ya Allah air mata telah mengalir
Ya Allah jangan Engkau biarkan hidupku meruntuhkan iman
Hingga kematian menjemputku dan selalu dekat dengan-Mu

Ya Allah….
Suatu saat nanti satu persatu teman, kerabat dan orang terkasih
Telah meninggalkan kami.
Aku masih terpaku disini
Arah pulang mana yang kutempuh, agar tak sia-sia perjalan sehari penuh
Agar tenang jiwaku saat ajal itu tiba, lalu nyenyak tidur dalam
Rengkuhan yang maha segala pemilik asmaul husna

Rabbi……….
Ketuaan menjalar diam-diam memberi tanda saat kepulangan
Kita pergunakan kaki, tangan, telinga dan lidah kita
Untuk mengecap segala kenikmatan yang terhampar
Dan kelak ketika kaki dan  tangan berkata
Tentang apa yang kita lakukan didunia
Dan kelak ketika mata dan telinga
Berkata tentang apa saja yang kita lakukan didunia
Dan kelak tangan, kaki, telinga, lidah dan seluruh tubuhku
Akan benar-benar menjadi pembelaku dihari perhitungan-Mu

Rabbi…..
Kubersujud dihadapan-Mu, kumohon ampuni sgala dosaku