Semalam ketika sepi menyapa dan Ketika bintang mencoba menghiasi malam, aku hanyut dalam sebuah perasaan. Jiwaku mengelana melayang tinggi ke langit jiwa. Sebuah perjalanan menembus awan, bagaikan pengembaraan menuju puncak idealisme hanya tuk sekedar mencari teman berbagi rasa.

Malam yang begitu dingin saat tetes air hujan membasahiku, biarlah kunikmati saja karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan, tapi aku tak boleh terlalu lama bermain dengan hujan sebab tak elok untuk kesehatanku, maka terpaksa sejenak kucari saung tuk berteduh agar jiwa tidak terlalu menggigil kedinginan. Perjalanan panjang merealisasikan impian, membuat ku letih dan lelah, tapi meski lelah, harus tetap melangkah, walau hanya selangkah. Malam kian menyatu dan seakan senyawa dengan diriku, atau hanya pikiranku saja karena aku sedang berada dalam my virtual word.

<p style=”text

POSTINGAN INI MENGALAMI KERUSAKAN SCRIF, DISARANKAN UNTUK MEMBACA PERBAIKANNYA. TERIMA KASIH.