(puisi ini telah aku postkan pada domba garut)

dibawah terik engkau berdiri
didingin malam engkau tetap terjaga
diantara dentuman senapan dan ledakan bom engkau merayap
diatas bara api engkau tetap melangkah…

bedil yang engkau usung bukanlah senjata
seragam yang engkau kenakan bukanlah bendera
bedil itu adalah perisai kami
seragammu itu adalah selimut kami…

kepadamu kami titip nasib kami
kepadamu kami titip kehidupan ini
kepadamu kami percayakan perdamaian ini…

sesekali waktu bila berada didekat kami
biarkan kami menyeka keringat yang membasahimu
karena itu adalah air mata kami
karena itu adalah darah kami yang mengalir dari tubuh tegapmu..

sesekali waktu bila engkau lelah
ajari kami untuk tahu itu
karena engkau tak pernah mengatakannya
atau mungkin engkau tak pernah merasakanya…?

salam juang kami ucapkan
pada semangat yag tak pernah berhenti
terima kasih kami ucapkan
atas darma bakthi yang tak pernah terkira

jika nanti engkau kembali
biarlah sejarah mencatatnya
sekalipun engkau tak mengharapkannya

(puisi ini kudedikasikan buat seluruh prajurit pasukan garuda indonesia, tetap jaya dimanapun berada)