Syahadat adalah asas yang menjadi dasar pemikiran hidup seorang hamba di sisi Allah SWT. Amaliah seorang hamba hanya akan diterima Allah, manakala berlandaskan keimanan yang benar dan bersih. Karena itu setiap muslim harus memelihara syahadat dan segala konsekwensinya. Bila tidak, maka rusaklah syahadat dan imannya. Dan pada gilirannya akan sia-sia juga segala amal hidupnya.
Berikut ini adalah beberapa fenomena yang dapat merusak syahadat menurut Al Ustadz Said Hawa :
1. Bertawakal dan bergantung kepada selain Allah. Menganggap bahwa penyebab suatu keadaan pada diri manusia tidak berkaitan dengan Allah. Manusia merasa bahwa apa yang dihasilkannya adalah karena usahanya semata.
2. Mengingkari nikmat Allah, baik yang kelihatan atau yang tidak kelihatan. Baik yang mudah dipikirkan (nikmat itu), maupun yang memerlukan pengkajian secara mendalam.
3. Bekerja atau berkhidmat dengan tujuan selain Allah.
4. Membuat undang-undang menurut kemauan manusia, bukan menuru kehendak dan ketentuan yang telah digariskan oleh Allah.
5. Memfokuskan segala ketaatan kepada selain Allah dengan cara yang tidak dikehendakinya.
6. Benci atau menantang sebagian, atau seluruh ajaran Islam.
7. Mencintai kehidupan dunia melebihi kecintaan terhadap akhirat (gila dunia), dan ia telah menjadikan dunia ini sebagai tujuan utamanya, dianggap segala-galanya dalam hidupnya.
8. Menghina salah satu isi dari Al-Qur’an atau As Sunah, atau orang-orang alim yang menegakkannya, atau memperolok-olokan hukum-hukum Allah, atau syiar-syiar Islam.
9. Menghalalkan apa yang diharamkan Allah atau sebaliknya.
10. Tidak beriman dengan seluruh sumber-sumber hukum dari Al-Qur’an dan sunnah.
11. Mengangkat orang-orang kafir dan munafiq sebagai pemimpin serta tidak mencintai orang-orang yang beraqidah Islam dan orang-orang mukmin.
12. Tidak beradab dalam bergaul dengan Rasulullah SAW.
13. Rasa takut dan lemah hati dalam menegakkan Tauhid, dan merasa senang dan terbuka di dalam menegakkan syirik.
14. Menyatakan bahwa Al-Qur’an terdapat pertentangan antara ayat yang zahir dengan isi yang terkandung di dalamnya.
15. Tidak mengetahui makrifat Allah dengan pengenalan yang benar dan jelas, dan menafsirkan sifat-sifat Ketuhanan-NYA, atau mengikari nama-namaNYA.
16. Tidak mengetahui atau mengenal Rasulullah dengan benar, dan menafsirkan sifat-sifat terpuji yang diberikan Allah kepadanya, atau menghina sifat-sifat terpuji itu.
17. Mengkafirkan orang yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat, sebaliknya tidak mengkafir orang yang telah ingkar terhadap syahadatain.
18. Mengerjakan suatu ibadat bukan karena Allah, seperti menyembelih bukan karena Allah.
19. Terlibat riya (kegiatan hidupnya senantiasa ingin mendapat pujian manusia)
3 April 2009 at 22:50
5 April 2009 at 02:42
sepakat.. maka sangat baik dianjurkan utk sesering mungkin memperbaiki syahadat…
5 April 2009 at 13:19
Syarat terakhir itu Mas…….sebenarnya banyak sekali yang telah melanggar meskipun cuma berupa lisan maupun batin, kalau maksud riya’ biasanya Allah akan memberi peringatan.
Intinya semua berlu istiqomah dalam mempertahankan kekuatan sahadat.
10 April 2009 at 00:54
Meu ah beuh Tgk Kelana…. ka treb that hana meu teumeung langkah….
K1ban???? Ka lheuh menctreng????
11 April 2009 at 21:39
kadang hati kita dekat sekali dengan pengingkaran, seringkali tidak disadari, maka bergaul dengan orang2 shalih adalah sebuah kebutuhan
12 April 2009 at 06:52
Smg kita tetap bs menjaga apa yg sdh kita ikrarkan didpn Alloh dan tdk trkontaminasi hal2 keduniawian
13 April 2009 at 09:43
Apakah poin ke empat di atas sudah dibaca dan dipahami oleh anggota parlemen ya, Bang? Saya ragu!
13 April 2009 at 15:38
hmm… *merenung mode ON*
=> sekalian kunjungan balik nih bang,
terima kasih dah mampir di blog saya ^^
14 April 2009 at 10:50
jadi pengen masuk goa lagi deh kalo bca postingan beginian…hehehehehe….
18 April 2009 at 22:55
ah, senangnya berilmu disini …
19 April 2009 at 08:47
ajari saya sobat
nasihati selalu sya kawan
19 April 2009 at 15:07
untaian kata penuh makna
telaga ilmu penghilang dahagaku
jika raga ini pernah berbalut nista
akankah Dia tetap memaafkanku????
22 April 2009 at 21:34
terimakasih sudah berbagi … mengingatkan ..
23 April 2009 at 07:45
Berilmu sebelum berkata dan berbuat…itu kata Imam Bukhari dalam kitabnya…sibukkan diri dengan ilmu agar tak salah dalam berkata dan berbuat
Salam kenal…terima kasih da mampir dan berbagi
23 April 2009 at 07:50
thx atas pelajaran hidupnya
23 April 2009 at 19:09
aku berlindung kepada Allah untuk menjaga syahadatku
amin
23 April 2009 at 23:56
Allahu Akbar….
25 April 2009 at 00:35
thanks bro.. mengingatkan kita untuk meningkatkan ibadah
27 April 2009 at 01:44
Ditunggu postingan berikutnya…..sibuk ya Mas?
27 April 2009 at 14:57
lama tak berkunjung, disuguhi kesejukan jiwa
28 April 2009 at 12:50
Assalaamu’alaikum…
Semoga Allah memelihara kita dari kerosakan tersebut yang bila-bila masa sahaja boleh berlaku kepada kita sendiri tanpa kita sedari baik melalui ucapan, tingkah laku atau perbuatan. lama juga tidak berkunjung ke sini. Banyak info bermanfaat yang boleh dibaca dan diambil iktibarnya.
1 Mei 2009 at 10:57
selalu banyak ilmu yang saya dapat setelah membaca postingan mas jikel
syukron mas
2 Mei 2009 at 19:46
setuju….
memang harus sering-sering kaji hal ginian supay power keimanan tetap fit
3 Mei 2009 at 02:28
jadi bisa belajar lagi syahadatain…
4 Mei 2009 at 07:08
Ternyata 2 kalimat itu pertanggung jawabanya sangat berat ya mas
semoga kita mampu ya
4 Mei 2009 at 07:10
Mari perbaiki syahadat kita setiap saat mas
15 Mei 2009 at 23:56
semoga tidak sekedar diucapkan dimulut… amin…
16 Mei 2009 at 12:29
aku datang menyapamu sobat
gimana kabaranya…
Jagalah perbuatan, ucapan, pikiran, hati…supaya fenomena alam yang menyakitkan, tak menyapa manusia.
salam persahabatan
21 Mei 2009 at 08:04
hmm.. moga qt semua bisa lebih baik dari sekarang.. amin..
27 Mei 2009 at 09:55
Terimakasih sudah berbagi dan saling mengingatkan. Syahadat adalah pondasi agama yang harus selalu dijaga. Semoga kita bisa selalu menjaga iman kita.