Pada 18 September 1948
terjadi pemberontakan PKI di Madiun dipimpin Muso
Kami yang baru berusia 3 tahun merdeka, disaat konsentrasi menghadapi
penjajah, ditikam dari belakang oleh penghianatan PKI untuk pertama kalinya.
Berkat rakhmat Tuhan Yang Maha Esa, usaha itu gagal.Tujuh tahun kemudian, disaat kami lengah, PKI keluar sebagai 4 besar dalam Pemilu 1955. PKI mulai menjalankan programnya dengan aksi-aksi sepihak
untuk mencapai cita-citanya. Pancasila ideologi negara dicoba diganti dengan paham komunis.Pada 30 September 1965, terjadi pemberontakan PKI di Jakarta dipimpin DN.Aidit.
Disaat kami semua sibuk menjaga integritas negara, untuk kedua kalinya PKI melakukan penghianatan. Berkat rakhmat Tuhan Yang Maha Esa, usaha itu gagal.Tiga puluh empat tahun kemudian, di era reformasi. Bayi PKI tidak lahir dan yang mirip bayinya pun tak meraih suara pada pemilu. Tapi kelakuan politik dan indikasi gerakan politiknya mulai terasa. Aksi sepihak memaksakan kehendak. Isu, fitnah dan provokasi merajalela.
Rakyat dimanipulasi, diagitasi dan diprovokasi untuk melaksanakan revolusi. Rakyat dipertentangkan dan diadu domba untuk menciptakan situasi yang mereka sebut kondisi revolusioner. Gerakan politiknya aksi sepihak memaksakan kehendak. Propagandanya menyebar isu, fitnah dan pemutarbalikkan fakta. Ciri khas komunis yang menghalalkan segala cara.
Waspada terhadap gerakan politik aksi sepihaknya. Jangan termakan propaganda, isu dan fitnahnya. Waspada terhadap program aksi perjuangan rakyat bersenjata. Jangan sampai terjadi penghianatan ketiga kalinya.
Waspadalah, jangan lengah..!~G A R D A~ Mei 2001
17 Februari 2009
PENGHIANATAN
Posted by jiwakelana under lain-lain | Tag: gerakan, integrasi, pemilu, PKI, Politik, program, provokasi, reformasi |[52] Comments
17 Februari 2009 at 15:35
pertamax..?
yah.. btull kalo kita ‘ga jaga diri dari paham-2 sesat..
kita akan tergilas..
17 Februari 2009 at 16:25
Saya kurang setuju, sebab kalau kita mau pelajari sejarah secara objektif, justru pada tahun 1948 PKI, lalu TNI AD divisi panembahan senopati, dan rakyat kecil di Jawa Tengah lainnya itulah yang diserbu oleh TNI AD divisi Siliwangi atas komando Moh.Hatta, dan pada waktu itu Kol.Sutarto, komandan dari divisi panembahan senopati, gugur. Moh. Hatta memerintahkan pembersihan PKI ini karena disuruh oleh kolonial-imperialis melalui Red Drive proposal, kita bisa lihat setelah Hatta dan Divisi Siliwangi menang dengan dieksekusinya pemimpin2 pki Mr. Amir Syarifuddin dkk, maka hatta menjalankan Restrukturisasi dan Rasionaliosasi (ReRa) dan menandatangani diplomasi laknat KMB dgn imperialis yang jelas semuanya itu merugikan dan mengkhianati proklamasi 1945, rakyat dan bangsa Indonesia. Sementara pada kasus G30S 1965, pelakunya juga masih rancu, sebab kasus itu hanya persoalan intern TNI, khususnya AD, malah setelah peristiwa itu justru ratusan ribu rakyat dibantai dll, dibawah rezim yang tidak sah karena mereka hanya mendasarkan rezim mereka dengan supersemar 1966 yang juga tidak jelas itu. Jadi jelas sudah bahwa PKI dan rakyat Indonesia selama ini telah menjadi korban nekolim. Hidup anti-nekolim!!! Hidup Rakyat Indonesia!!!
17 Februari 2009 at 17:40
Merdeka!!
Gimana kabr? lama tak berkunjung kesini kang…
(maaf OOT kang…)
18 Februari 2009 at 01:38
sejarah makin rancu karena banyak yang dikaburkan kejadian sebenarnya
18 Februari 2009 at 09:45
Setuju teungku….si minet teungeut….si thon rugoe….
Waspadalah….waspadalah…. Ting….
18 Februari 2009 at 10:15
Waspadalah! Waspadalah!
Kejahatan terjadi bukan hanya karna ada kesempatan.
tapi juga karna gak punya pekerjaan,
gak punya penghasilan,
gak punya duit buat beli beras,
gak punya apa2 selain perut kosong en anak2 busung lapar…
18 Februari 2009 at 10:49
dinegara manapun komunisme meninggalkan jejak yang berdarah.
18 Februari 2009 at 12:15
jangan sampai peritiwa itu terulang lagi..
18 Februari 2009 at 14:05
iyah,,palagi dah mo pemilu
18 Februari 2009 at 15:15
saya kadang juga malah bingun dengan kesimpang siuran masalah ini
tapi yakin suatu ketika kebenaran pasti terungkap
salam sukses dan semngat selalu
18 Februari 2009 at 18:10
saleum syedara….
18 Februari 2009 at 21:31
Peristiwa waktu itu sungguh mencekam. Saya melihat upaya pembersihan PKI kala itu justru menunjukkan aplikasi nyata dari paham komunisme. Mendengar cerita dari saksi-saksi hidup menunjukkan bahwa tindakan penguasa kala itu sangat dekat dengan pelanggaran HAM. Buktinya, banyak rakyat yang tak tahu apa-apa menjadi korban. Sedikit dianggap berbau organisasi komunis langsung disikat. Sungguh mencekam. Padahal seharusnya, di dalam Islam, “pemikiran harus dilawan dengan pemikiran”. Bukan dengan kekerasan!!
18 Februari 2009 at 21:58
MERDEKA!
*halah*
18 Februari 2009 at 22:49
waspadalah … jangan lengah …. se7 sekali !
19 Februari 2009 at 09:01
ah, jd teringat pilem g30s/pki yg dulu pilem wajib tonton. suharto…smiling but lethal
19 Februari 2009 at 11:14
Aku tidak mengerti ..
Yang jelas …
Buka Mata
Buka Telinga
Buka Fikiran
dan
Buka Hati …
Itu saja
NH18
19 Februari 2009 at 11:44
waspadalah waspadalah!
19 Februari 2009 at 12:43
Kaya bang napi aja pake Waspadalah
19 Februari 2009 at 12:53
Bang Napi d RCTI dah pindah tayang di blognya mas Jiwa Kelana. Hahahaha….
20 Februari 2009 at 00:58
kalo ada penghianat disekitar kita … bahaya !!!
20 Februari 2009 at 09:43
wah berjiwa nasionalis neh
jarang-jarang euy
21 Februari 2009 at 01:12
Lama nggak kesini, kangen…eh, ada semangat baru nih. Meski aku paling males ngomongin politik tp. hidup mas Jiwakelana, eh…hidup Indonesia.!!
22 Februari 2009 at 02:18
Pakiban haba tengku lawet nyoe….
Ka padup uroe nyoe hana meuteumeung langkah keunoe….
22 Februari 2009 at 16:11
Tengku Kelana…silahkan berkunjung ke blog saya….ada AWARD untuk anda….
23 Februari 2009 at 12:28
belajar dari sejarah untuk waspada di masa yang akan datang..
memang demikian seharusnya..
salam kenal
23 Februari 2009 at 16:07
PKI itu sebenarnya ada ndak sih ?
23 Februari 2009 at 16:09
jadi berasa di jaman itu…hikz….(*pengkhianatan itu pedih jendral…..)
25 Februari 2009 at 07:30
namanya juga penghianatsn….
25 Februari 2009 at 15:19
waspadalah…waspadalah !
Merdeka !!!!!
26 Februari 2009 at 14:38
uuuuum? konkrit nya Mas?
1 Maret 2009 at 14:27
Setuju mas…
Mari tingkatkan kewaspadaan…
1 Maret 2009 at 16:59
waduh serem amat topiknya
1 Maret 2009 at 22:05
Kangmas Jiwa,kita memang harus waspada lho.
Komunis memang tak ada lagi,namun kalau kita simak saat ini,ada sekelompok yg perjuangannya mirip tindakan PKI.
-tidak taat hukum dan polisi
-mengatas namakan rakyat
-bergaya sok suci dan benar
-perbuatannya anarkis
-merasa punya masa
keblatnya bukan tanah negeri,ttp…[tersembunyi]
MARI KITA BELA PANCASILA & UUD 1945.
3 Maret 2009 at 14:18
Baru bisa blogwolking setelah sekian lama puasa dari dunia maya… hehe
apa kabar kang?
3 Maret 2009 at 17:47
Apa kabar???
kok jadi ngomongin PKI begini ya?
hehehehehehehe….
tapi bagus kok pusinya ngasih semangat
4 Maret 2009 at 12:34
waspadalah…waspadalah… pengkhianatan bisa ada di samping kita..
6 Maret 2009 at 12:02
apapaun sebelum mengambil keutusan, terfitnah dll
pikirkan masak-masak (asal jangan sampai gosong) dan bukan dalam saat emosi,berpikirlah dengan kepala dingin (es kali .. :mrgren: )
Apa kabarmu hari ini sobat ?
12 Maret 2009 at 11:57
Belum update ya mas
ayo dunx..semangat terus…nulis teruuus…..:)
12 Maret 2009 at 11:58
ku tunggu di taman keputren yach
12 Maret 2009 at 19:53
hai bang
blm ada yg baru ni
sibuk terus ya…..
14 Maret 2009 at 14:47
ayoo.. sudah ada yg nungguin tuuh..di taman keputren..
@Linda : Sstt.. jiwakelana lagi bertapa buat dapat ilham..demi menjadi pengelana sejati..;-).. (Lind..jgn katakan sama dia, kalo ini aku yg bilang ya..?)
(kabuur..aaah..’tar dimarahin..udah nyampah di halamannya..)
15 Maret 2009 at 19:33
waspadalah
waspadalah
sepakat
bentengi diri
perkuat iman
18 Maret 2009 at 21:00
seringkali sekarang tak cuma PKI tapi juga gerakan bawah tanah lainnya, yang akan menghancurkan negara ini secara perlahan, saling mengingatkan adalah cara terbaik untuk meminimalkan penghianatan
21 Maret 2009 at 22:22
wew…pengetahuan sejarahnya kuat ya.
22 Maret 2009 at 09:00
Ya begitulah “JAS MERAH”
Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah,”sing sapa becik bakal ketitik,sing tumindak ala bakal ketara”
Oleh sebab itulah”sak-beja2ning wong lali,isih luwih beja marang wong kang tansah eling lan waspada”
Yang penting sejarah jangan diputarbalikkan demi kepentingan politik karena rakyat akan selalu melihat dan hatinurani tak bisa dibohongi.
Salam rahayu.
25 Maret 2009 at 11:20
18 September saya ulang tahun …
2 April 2009 at 00:06
Yap … pelajarannya direngkuh
3 April 2009 at 11:02
aQ suka pusing n ribet jadinya klo mikirin politik dan sejenisnya..g pernah ada habisnya
-sarahtidaksendiri-
6 April 2009 at 09:06
Sejak Indonesia merdeka sampai saat ini mo Pemilu…kita tidak pernah lepas dari intervensi bangsa asing (AS,dkk). Termasuk Pemilu 2009…untuk siapa ? rakyat/bangsa Indonesia kah? para pemimpin negeri inikah ? or Tuan Bule yg seberang sana ???
17 April 2009 at 19:35
Coba baca pidato DN Aidit di sidang DPRS.
dengan judul Aidit Menggugat.
Sebagai kaum muda seharus tidak sepicik itu anda berfikir.
Tentara (para jendral terbunuh) PKI hancur, timbul orde baru kita kagak usah sulit2 perpikir dengan logika itu saja kita bisa menjawab siapa yang melakukan kudeta terhadap Soekarno,
PKI????? hahahahhahaa
Ada penangkapan besar2anterhadap kader bahkan dibunuh merka tidak melawan, kok begitu dikatakan PEMBERONTAKAN
mukin otak anda sudah tercelup cara pikir manusia AMERIKA.
maaaf ya mari kita belajar lagi bersama-sama
29 April 2009 at 17:58
waduh saya jadi bingung nih.. yang mana yang bener dan yang salah.. tapi saya tertarik dengan artikel yag bunyinya : “Tiga puluh empat tahun kemudian, di era reformasi. Bayi PKI tidak lahir dan yang mirip bayinya pun tak meraih suara pada pemilu. Tapi kelakuan politik dan indikasi gerakan politiknya mulai terasa. Aksi sepihak memaksakan kehendak. Isu, fitnah dan provokasi merajalela.” siapakah dia?? ada yang tau??
29 Oktober 2009 at 23:36
PkI MmaNg pEnGhIaNt bZar. , ,
tDak bRmNusIawI PidzHaN. .. .