Senja itu ketika mentari berarak ke barat
kutemui dirimu diam
terbaring kaku di atas pembaringan
tiada tawa dan senyuman manismu
senja itu empat hari sebelum valentine tiba
langit kelam selayaknya hatiku
tubuh bergetar tak kuasa menahan air mata
saat ku kecup mesra keningmu
dan kau tatap aku dengan pandangan hampa
gerak bibirmu ingin bicara
namun tak mampu tuk bersuara
hanya tatapan matamu memberi isyarat
seakan-akan hendak berkata
“Aku mau pulang..”
pelan kemudian kau tutup matamu
ku tunggu dengan penuh harap
namun mata itu tak pernah terbuka kembali
walau untuk sekali lagi
engkau telah pergi…
sebelum valentine itu tiba
Tuhan telah memanggilmu tuk kembali ke sisiNYA
kini menjelang valentine tiba
ku cari kembali bayanganmu…kasih…..!!
10 Februari 2009 at 13:05
Nyan soe teungku????
Calon dara baroe gata????
10 Februari 2009 at 13:36
sebelum valentine tib?
ak masih blm punya pacar.
10 Februari 2009 at 16:13
Omaa teungku, lon tuan lakee meu ah….lon pike karap jeuh ek u Meuligoe….
Nyoe S2 manteung si thon treuk…. han ta jeut lakee di lee adinda long yg na di tanoh rincong…. takot jih, geu let ngen parang lee haji UMA karena gohlom lheuh kuliah….
10 Februari 2009 at 16:42
Bersabarlah kang, dan relakan.
Meski jiwa telah terpasung,
saat sayap-sayap itu meretas kalah
rawatlah kisah itu dengan ikhlas
hidup bukan hanya sekedar tangis
dan menanti mati
Doa saya untuk yang berpulang
semoga damai dalam keabadian
11 Februari 2009 at 00:29
Bersyukurlah, aku telah menemukan tambatan hati dan pendamping hidupku nan setia… Hingga, yang namanya valentine saja aku lupa. Setiap saat cintaku untukmu sayang
11 Februari 2009 at 01:31
wah namanya sama denganku….setidaknya saat ini aku akan menemanimu melewati valentine sobat walau hanya dalam didimensi dan ruang serta rasa yang berbeda dengannya.
“Jika engkau kecewa karena tidak mendapatkan apa yang kauinginkan, duduklah tegak dan berbahagialah, karena Tuhan sudah memikirkan sesuatu yang lebih baik untuk diberikan padamu”
Met, valentine buatmu sobat!
11 Februari 2009 at 02:48
saya g’ da valentinan
11 Februari 2009 at 03:53
jangan sedih bang
kenangan indah tak musti dilupakan
tp juga tak harus terus dibawa untuk menyongsong masa depan
kuatkan hati untuk melangkah
krn masa depanmu telah menanti
11 Februari 2009 at 04:23
Tuhan lebih cintakan Lina, Jiwa..!
maka dipanggilah ia lebih dulu dari kita..
untukmu yang tertinggal..jangan terlalu larut dlm pedih
buka lembaran baru krn hidup tak mau menunggu kau berlama-2 sedih..Lina pun tak ingin kau jadi terus cengeng tooh..
Ayo sobat..semoga kepergiannya justru mengobarkan semangat hidup untukmu..untuk masa depan yg sedang kau rancang dgn indah..
11 Februari 2009 at 04:37
Hehehe
Hari gini masih seneng nentuin hari kasih sayang
Ah sobat
bikin setiap hari aja
11 Februari 2009 at 05:26
itulah kita sebagai manusia hanya bisa berencana semoga akan ada mawar baru seharum mawar yang tlah pergi
11 Februari 2009 at 05:58
sebelum valentine tib?
saya gak ikutan
11 Februari 2009 at 09:15
duh..speechless.. ikut berduka ya..semoga dia mendapat tempat terbaik di sana… happy valentine!
12 Februari 2009 at 04:41
samdey, you’ll find your love in a best way…
Cheers ya MAs Jikel
12 Februari 2009 at 06:03
Kupancarkan do’a semoga ia selalu dalam naungan-Nya. Amin.
12 Februari 2009 at 09:31
Ehm bentar lagi udah beli mawar merah ama coklat ?
Atau hadiah puisi cantik buat si dia
12 Februari 2009 at 09:50
walah..ngrayain valentine toh… aku kok engga yaaa hehehe
12 Februari 2009 at 10:21
speechless….
12 Februari 2009 at 13:06
haduuhh mengharukan sangaddd
semangaddd
12 Februari 2009 at 13:30
Yang sabar ya kang… Tuhan pasti telah mempersiapkan pengganti kekasih yg sangat akang cintai itu…
12 Februari 2009 at 15:47
Sabar dan rela is the best-lah
Ya Allah, kembalikan jiwa setangguh yang dulu…
Nih aku bawakan “Pia Ivanka” seperti yang kau pesan,
13 Februari 2009 at 14:00
Dia disana juga nggak ingin Akang sedih terus..
Ayo senyummmm….!
Disini banyak sahabat tuk berbagi senyum dan tawa…
13 Februari 2009 at 18:27
akh … jadi tarik nafas panjang.
kehilangan seorang tersayang sungguh me’lara’kan hati
ada saat tak mampu redakan isak ketika merindu tiba.
Adalah manusiawi. Yang bisa dilakukan hanya
bersujud di hadapan Allah, mengadu semua rasa dan asa
mendoakan tempat yang layak dan pengampunan dosa.
serta persiapkan diri. karena waktu akan datang hampiri qita.
Salam kenal kembali, terima kasih kunjungannya.
3 Maret 2009 at 14:23
dulu aku juga pernah kehilangan sesosok orang yang yang kurasa dia adalah kedamaian…dia adalah teduhnya jiwaku saat aku rasa ada kerinduan,,,,aku menyayangkan ketika dia pergi.tanpa suatu pesan,,,,tapi aku bersyukur ketika sesosok itu datang kembali tanpa aku yang meminta,,,intinya orang lain tak akan hilang dari kita,apabila kita tak pernah mencoba untuk pergi darinya,,,,,,karena penyesalan itu datangnya akher,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
3 Maret 2009 at 14:25
eh aku jadi keinget ama temenku deh…..duh kangen neh ama dia